Mahasiswi UIN Sunan Kalijaga Dalami Konsep Islam Rahmatan Lil Alamin Bersama Lurah Bangunharjo
Sarif Jabroni, Anto & Yahya 17 Oktober 2026 13:08:48 WIB
Mahasiswi UIN Sunan Kalijaga Dalami Konsep Islam Rahmatan Lil Alamin Bersama Lurah Bangunharjo
Oleh: Sarif Jabroni Dan Anto
(Bangunharjo, 17/10) - Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kunjungan empat mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Humaniora, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, ke ruang kerja Lurah Bangunharjo, Sewon, Bantul, Jumat (16/10/2026). Kedatangan mereka disambut langsung oleh Lurah Bangunharjo, Nurhidayat, S.Ag., M.S.I., untuk mengikuti wawancara khusus sebagai bagian dari tugas studi salah satu mata kuliah.
Keempat mahasiswi tersebut adalah Malla Nazala Jannah, Hafsah Saidah Nazyla, Ayesha Mishall Nuriya, dan Nala Rahma Alfadillah. Mereka mengangkat tema tentang bagaimana tokoh agama mengimplementasikan ajaran Islam di tengah kehidupan masyarakat. Latar belakang keagamaan dan pengalaman pengabdian Pak Lurah di bidang pendidikan, dakwah, organisasi, serta pemerintahan menjadi alasan mereka memilih beliau sebagai narasumber.
Bagi keempat mahasiswi itu, wawancara ini menjadi kesempatan untuk menggali lebih dalam hubungan antara pemahaman keislaman dan praktik nyata dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Dalam sesi wawancara, beragam pertanyaan diajukan, mulai dari latar belakang pribadi, perjalanan pendidikan, pengalaman keagamaan, riwayat pekerjaan, hingga keterlibatan dalam organisasi. Mereka juga menggali pengalaman Pak Lurah dalam mengimplementasikan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat, sejak masa awal pengabdiannya hingga saat ini.
Setiap pertanyaan dijawab secara lugas dan terbuka. Pengalaman panjang beliau dalam dunia pendidikan, dakwah, dan pemerintahan memberikan gambaran konkret tentang bagaimana nilai-nilai Islam dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu pembahasan yang menarik perhatian ialah konsep Islam rahmatan lil alamin, yakni Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Menanggapi pertanyaan salah seorang mahasiswi, Pak Lurah menjelaskan bahwa ajaran Islam harus diwujudkan melalui sikap toleran, damai, dan membawa kemaslahatan bagi semua.
Menurut beliau, nilai kasih sayang dan kedamaian dalam Islam tidak semestinya berhenti pada hubungan antar sesama umat Islam. Nilai tersebut juga harus tercermin dalam hubungan dengan sesama manusia tanpa memandang latar belakang agama maupun identitasnya, kepedulian terhadap makhluk hidup lainnya, serta tanggung jawab menjaga lingkungan dan alam.
Penjelasan itu memperlihatkan bahwa Islam bukan semata-mata ajaran yang dipahami secara teoritis, melainkan pedoman hidup yang harus hadir dalam sikap, perilaku, dan tindakan nyata. Nilai-nilai keislaman perlu diterjemahkan menjadi perilaku yang menebarkan kebaikan, menghormati perbedaan, menghindari permusuhan, serta membangun kehidupan bersama yang damai dan bermartabat.
Gambaran konkret mengenai toleransi tersebut juga tercermin dalam pengalaman Pak Lurah ketika beberapa kali mendapat undangan dari gereja untuk menghadiri perayaan Natal bersama umat Kristiani. Di antaranya, undangan dari Gereja Santo Martinus Gandok dan gereja di wilayah Padukuhan Saman. Meskipun pihak gereja mengetahui bahwa beliau merupakan seorang kiai sekaligus tokoh agama Islam, undangan tersebut tetap diberikan sebagai bagian dari hubungan baik antarmasyarakat yang berbeda keyakinan.
Pak Lurah pun selalu berupaya hadir memenuhi undangan tersebut untuk membersamai warganya yang merayakan Natal. Kehadiran itu dilakukan dalam kapasitasnya sebagai pemimpin masyarakat yang memiliki tanggung jawab melayani dan merangkul seluruh warga tanpa membedakan agama.
Sikap tersebut menjadi contoh bahwa toleransi tidak harus dimaknai sebagai mencampuradukkan keyakinan, tetapi sebagai kesediaan menghormati perbedaan, menjaga hubungan sosial, dan membangun ruang kehidupan bersama yang damai. Bagi seorang pemimpin di tingkat kalurahan, keberagaman agama merupakan bagian dari kenyataan masyarakat yang harus dirawat melalui sikap saling menghormati dan pelayanan yang adil.
Pengalaman itu sekaligus memberikan ilustrasi nyata bagi para mahasiswi mengenai bagaimana konsep Islam rahmatan lil alamin dapat diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai keagamaan tidak hanya disampaikan melalui ceramah atau pengajaran, tetapi juga melalui keteladanan dan tindakan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Suasana wawancara pun berkembang layaknya proses pembelajaran di ruang kelas. Dengan bertumpu pada pengalaman dan pengetahuannya, Pak Lurah menyampaikan pandangan yang memperkaya wawasan para mahasiswi mengenai peran tokoh agama dalam kehidupan sosial. Dialog tersebut memperlihatkan pentingnya keteladanan dalam menyampaikan sekaligus mengamalkan ajaran agama.
Dalam kesempatan itu, beliau juga menceritakan perjalanan pendidikannya. Orang tuanya berharap dirinya menjadi seorang ahli agama, sementara secara pribadi beliau memiliki keinginan kuat untuk menjadi seorang guru. Kedua harapan tersebut kemudian diupayakan melalui perjalanan pendidikan di sejumlah perguruan tinggi.
Sebelum mendapatkan gelar M.SI dari Universitas Islam Indonesia, Pak Lurah menempuh pendidikan S1 di 3 tempat, Sekolah Tinggi Agama Islam Masjid Syuhada pada bidang Pendidikan Agama Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada bidang Ilmu Komunikasi atau dakwah, serta Universitas Alma Ata pada bidang Manajemen Pendidikan.
Bekal keilmuan tersebut kemudian mengantarkannya menjalani pengabdian sebagai guru selama tujuh tahun dan kepala sekolah selama tujuh tahun. Ketika memperoleh amanah sebagai Lurah Bangunharjo, beliau memilih melepaskan kedua tanggung jawab tersebut dengan penuh kesadaran agar dapat berkonsentrasi menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Meski kini mengemban tanggung jawab sebagai lurah, aktivitas keagamaan tetap menjadi bagian dari kesehariannya. Pak Lurah masih menjalankan kegiatan mengaji pagi di Mushala Baitusyifa Padukuhan Semail serta membina majelis ibu-ibu di lingkungan perumahannya yang berlangsung rutin setiap malam Sabtu.
Konsistensi tersebut menggambarkan bagaimana aktivitas keagamaan tetap dapat berjalan berdampingan dengan tanggung jawab pemerintahan. Bagi beliau, pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan dan pelayanan administratif, tetapi juga melalui pendidikan, dakwah, keteladanan, serta upaya menumbuhkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan bersama.
Kunjungan empat mahasiswi UIN Sunan Kalijaga ini menjadi ruang dialog yang mempertemukan dunia akademik dengan praktik kehidupan sosial dan keagamaan di tingkat kalurahan. Melalui wawancara langsung dengan tokoh yang memiliki pengalaman di bidang pendidikan, dakwah, dan pemerintahan, mereka memperoleh kesempatan untuk memahami implementasi ajaran Islam dari sudut pandang yang lebih nyata dan kontekstual.
Pertemuan tersebut menegaskan bahwa konsep Islam rahmatan lil alamin bukan sekadar wacana keagamaan, melainkan nilai yang perlu terus dihidupkan melalui sikap toleran, kedamaian, kepedulian, dan pengabdian. Pengalaman Pak Lurah dalam membersamai masyarakat lintas agama menjadi salah satu contoh bahwa nilai-nilai tersebut dapat hadir dalam tindakan nyata seorang pemimpin.
Bagi keempat mahasiswi tersebut, wawancara di Kantor Lurah Bangunharjo diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan akademik, tetapi juga menjadi pengalaman berharga untuk memahami bagaimana ajaran Islam dapat menjadi sumber kebijaksanaan, memperkuat toleransi, dan menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh masyarakat.[]
Formulir Penulisan Komentar
Info Terkini
Info Kalurahan
Instansi Terkait
Pemerintah Kabupaten Bantul
Jl. Robert Wolter Monginsidi No.1 Bantul
Web: KLIK DISINI | Fb: KLIK DISINI
Pemerintah Kapanewon Sewon
Jl. Parangtritis Km 6, Sewon, Bantul
(0274) 379168 | Web: KLIK DISINI
Puskesmas Sewon II
Jl. Parangtritis Km 6, Sewon, Bantul
(0274) 445248
| Fb: KLIK DISINI
Web: KLIK DISINI KUA Sewon Jl. Parangtritis Km 5.6, Sewon, Bantul (0274) 384018
| Web: KLIK DISINI POLSEK Sewon Jl. Parangtritis Km 5.6, Sewon, Bantul (0274) 376559
| Web: KLIK DISINI KORAMIL 04/Sewon Jl. Parangtritis Km 5, Sewon, Bantul (0274)
| Web: KLIK DISINI
Komentar Terkini
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Jumlah Pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- Mahasiswi UIN Sunan Kalijaga Dalami Konsep Islam Rahmatan Lil Alamin Bersama Lurah Bangunharjo
- Komisi A DPRD DIY Laksanakan Monitoring Pembangunan Satuan Ruang Strategis di Kalurahan Bangunharjo
- FPRB Bangunharjo Latih Siswa TK PERTIWI 57 Hadapi Gempa, Enam Personel Turun Langsung ke Sekolah
- Ratusan Warga Ikuti Cek Kesehatan Gratis dan Skrining TBC di Pendopo Bangunharjo
- Pengajian Rutin Ahad Legi Masjid Al Huda Sangkal, Lurah Bangunharjo Ajak Masyarakat Jaga Kerukunan
- Posyandu Kasih Ibu Semail Perkuat Pemantauan Tumbuh Kembang Anak
- RKP Bangunharjo 2027 Sah Di tetapkan, Pagu Anggaran 2027 Senilai Rp7 Miliar
Website desa ini berbasis Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) Berdaya yang diprakarsai dan dikembangkan oleh Combine Resource Institution sejak 2009 dengan merujuk pada Lisensi SID Berdaya. Isi website ini berada di bawah ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International (CC BY-NC-ND 4.0) License















