25 Tahun Mengabdi, Pak Suwardiyono Purna Tugas: Bangunharjo Melepas Sang Dukuh Tarudan dengan Haru
Sarif Jabroni, Anto & Yahya 01 September 2026 14:35:03 WIB
25 Tahun Mengabdi, Pak Suwardiyono Purna Tugas: Bangunharjo Melepas Sang Dukuh Tarudan dengan Haru
Oleh : Sarif Jabroni Dan Anto
(Bangunharjo, 01/08) - Pendopo Kalurahan Bangunharjo, Selasa, 1 September 2026, menjadi hari yang penuh kenangan bagi Bapak Suwardiyono, Setelah 25 tahun mengabdikan diri sebagai Dukuh Tarudan, beliau resmi memasuki masa purna tugas.
Bagi sebuah jabatan pemerintahan, 25 tahun adalah rentang waktu yang sangat panjang. Namun bagi masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dengan seorang dukuh, angka tersebut bukan sekadar hitungan tahun. Di dalamnya terdapat begitu banyak cerita: suka dan duka, persoalan warga, pembangunan padukuhan, kegiatan kemasyarakatan, hingga berbagai peristiwa yang silih berganti mewarnai kehidupan masyarakat Tarudan.
Karena itu, acara purna tugas Pak Suwardiyono bukan sekadar acara administratif. Ada suasana haru ketika seorang yang selama seperempat abad menjadi bagian dari kehidupan masyarakat harus mengakhiri masa tugasnya.
Di Pendapa Kalurahan Bangunharjo, hadir, perwakilan dari Kapanewon Sewon, Lurah Bangunharjo Nurhidayat, S.Ag., M.S.I., jajaran pamong dan staf kalurahan, Bamuskal, para dukuh se-Bangunharjo, lembaga kalurahan rekan-rekan sejawat serta sahabat turut memberikan dukungan pada momen istimewa tersebut.
Lurah Bangunharjo Nurhidayat, S.Ag., M.S.I., menyampaikan apresiasi atas dedikasi Pak Suwardiyono selama menjalankan amanah sebagai Dukuh Tarudan.
“Dua puluh lima tahun bukanlah waktu yang sebentar. Selama itu tentu banyak suka dan duka yang telah dilalui. Atas nama Pemerintah Kalurahan Bangunharjo, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas seluruh tenaga, pikiran dan pengabdian Pak Suwardiyono untuk masyarakat Tarudan dan Kalurahan Bangunharjo.”
— Nur Hidayat, S.Ag., M.Si.
Lurah Bangunharjo
Menurut Nurhidayat, berakhirnya masa jabatan bukan berarti berakhir pula hubungan kekeluargaan dan pengabdian kepada masyarakat.
“Jabatan memang ada batas waktunya, tetapi silaturahmi dan pengabdian tidak pernah mengenal batas. Kami berharap Pak Suwardiyono tetap menjadi bagian dari keluarga besar Bangunharjo dan terus memberikan kontribusi, pengalaman serta nasihat kepada masyarakat.”
Mendapat Tali Asih dan Pengarem-arem
Sebagai bentuk penghargaan atas pengabdiannya, Pak Suwardiyono mendapatkan tali asih atau pesangon berupa uang tunai, dengan besaran 50 persen dari gaji pokok bulanan dikalikan jumlah tahun pengabdian.
Selain itu, beliau juga mendapatkan pengarem-arem berupa hak guna pakai atas sebagian tanah kas desa yang berada di Padukuhan Tarudan. Hak guna pakai tersebut diberikan selama 11 tahun 10 bulan, terhitung sejak 1 September 2026, dengan luas keseluruhan mencapai sekitar 2.600 meter persegi. Pemberian tersebut menjadi salah satu bentuk penghargaan atas pengabdian panjang yang telah diberikan Pak Suwardiyono selama seperempat abad menjalankan amanah sebagai Dukuh Tarudan.
Penghargaan untuk Pak Suwardiyono tidak berhenti pada pemberian dari pemerintah kalurahan. Rasa persaudaraan dari rekan-rekan sejawat juga hadir dalam bentuk yang sangat sederhana, tetapi justru terasa begitu personal. Para rekan sesama dukuh dan kolega memberikan berbagai kenang-kenangan, mulai dari kambing, ayam, dan berbagai pemberian lainnya.
Bukan tentang berapa nilai barang yang diberikan. Lebih dari itu, pemberian tersebut menjadi simbol persahabatan dan rasa terima kasih dari orang-orang yang selama ini berjalan bersama dalam menjalankan tugas pemerintahan di tingkat padukuhan.
Mewakili Paguyuban Dukuh Bangunharjo, Dukuh Mredo menyampaikan rasa kehilangan sekaligus penghormatan kepada Pak Suwardiyono yang merupakan sahabat sejatinya.
“Kami merasa kehilangan seorang rekan yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan kami sebagai dukuh. Dua puluh lima tahun tentu meninggalkan begitu banyak cerita. Kami mengucapkan terima kasih atas persahabatan, kebersamaan dan pengabdian yang telah diberikan Pak Suwardiyono.”
Ia juga menyampaikan bahwa purna tugas bukanlah akhir dari persaudaraan.
“Jabatan boleh selesai, tetapi persaudaraan tidak boleh berhenti. Semoga setelah purna tugas, Pak Suwardiyono tetap sehat, panjang umur dan tetap menjadi bagian dari keluarga besar para dukuh dan masyarakat Bangunharjo.”
Seperempat Abad yang Tak Akan Hilang dari Ingatan
Momen penyerahan tali asih, pengarem-arem dan berbagai kenang-kenangan berlangsung dalam suasana hangat. Senyum tampak di wajah Pak Suwardiyono dan istri, tetapi suasana haru juga tidak dapat disembunyikan.
Di panggung utama terpampang tulisan:
“Selamat Memasuki Purna Tugas Dukuh Tarudan”
serta ungkapan:
“Terima kasih atas dedikasi, loyalitas dan pengabdiannya selama ini.”
Kalimat tersebut terasa sangat tepat menggambarkan perjalanan Pak Suwardiyono.
Sebab, menjadi dukuh berarti berada paling dekat dengan denyut kehidupan masyarakat. Seorang dukuh tidak hanya mengurus administrasi pemerintahan, tetapi juga menjadi tempat warga menyampaikan persoalan, menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah, sekaligus hadir dalam berbagai peristiwa kehidupan warga.
Selama 25 tahun, Pak Suwardiyono telah menjalani semua itu. Kini amanah tersebut telah selesai.
Tanah kas desa seluas 2.600 meter persegi yang menjadi bagian dari pengarem-arem, tali asih, serta kambing, ayam dan berbagai kenang-kenangan dari para sahabat sejawat mungkin menjadi benda yang akan dibawa pulang. Tetapi kenangan selama 25 tahun pengabdian adalah sesuatu yang jauh lebih berharga dan tidak akan pernah bisa dihitung dengan materi. 1 September 2026, Pemerintah Kalurahan resmi melepas belaiu sebagai Tarudan bukan dengan perpisahan, melainkan dengan penghormatan.
Bukan dengan melupakan, melainkan dengan mengabadikan kebaikan.
Selamat memasuki masa purna tugas, Bapak Suwardiyono.
25 tahun telah berlalu. Jabatan berakhir, tetapi jejak pengabdian akan tetap tinggal di hati masyarakat Padukuhan Tarudan. []
Formulir Penulisan Komentar
Info Terkini
Info Kalurahan
Instansi Terkait
Pemerintah Kabupaten Bantul
Jl. Robert Wolter Monginsidi No.1 Bantul
Web: KLIK DISINI | Fb: KLIK DISINI
Pemerintah Kapanewon Sewon
Jl. Parangtritis Km 6, Sewon, Bantul
(0274) 379168 | Web: KLIK DISINI
Puskesmas Sewon II
Jl. Parangtritis Km 6, Sewon, Bantul
(0274) 445248
| Fb: KLIK DISINI
Web: KLIK DISINI KUA Sewon Jl. Parangtritis Km 5.6, Sewon, Bantul (0274) 384018
| Web: KLIK DISINI POLSEK Sewon Jl. Parangtritis Km 5.6, Sewon, Bantul (0274) 376559
| Web: KLIK DISINI KORAMIL 04/Sewon Jl. Parangtritis Km 5, Sewon, Bantul (0274)
| Web: KLIK DISINI
Komentar Terkini
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Jumlah Pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- 25 Tahun Mengabdi, Pak Suwardiyono Purna Tugas: Bangunharjo Melepas Sang Dukuh Tarudan dengan Haru
- Menjaga Tradisi Qur’ani, Haflah Khotmil Qur’an TPQ Asy-Syaafi’iyah Kembali Digelar
- Lurah Bangunharjo Tegaskan Sinergi Pemerintah Kalurahan dan PRNU untuk Kemaslahatan Umat
- Musyawarah Dusun PPBMP Padukuhan Gatak, Rumuskan Tiga Prioritas Usulan untuk Tahun 2027
- AP Bangun Gumregah Manfaatkan Atraksi Warisan Budaya untuk Edukasi Bahaya Narkoba
- Atraksi Warisan Budaya Tak Benda di Rintisan Desa Budaya Sumberagung, Potorono, dan Bangunharjo
- INFO : SPMB PJJ DIY
Website desa ini berbasis Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) Berdaya yang diprakarsai dan dikembangkan oleh Combine Resource Institution sejak 2009 dengan merujuk pada Lisensi SID Berdaya. Isi website ini berada di bawah ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International (CC BY-NC-ND 4.0) License

















