Pelatihan Bahasa Jawa Digelar, Bangunharjo Dorong Generasi Muda Lestarikan Bahasa Krama
Sarif Jabroni, Anto & Yahya 24 September 2026 20:02:28 WIB
Pelatihan Bahasa Jawa Digelar, Bangunharjo Dorong Generasi Muda Lestarikan Bahasa Krama
Oleh: Sarif Jabroni dan Anto
(Bangunharjo, 24/09) - Semakin jarangnya penggunaan bahasa Jawa krama di tengah generasi muda menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kalurahan Bangunharjo. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian agar bahasa Jawa sebagai bagian dari identitas dan budaya masyarakat tetap hidup serta digunakan secara baik dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai salah satu upaya merawat budaya tutur tersebut, Pemerintah Kalurahan Bangunharjo menggelar Pelatihan Bahasa Jawa yang diikuti 50 warga. Peserta berasal dari unsur staf kalurahan, karang taruna dan tokoh masyarakat yang dalam kesehariannya banyak terlibat dalam berbagai kegiatan yang membutuhkan penggunaan bahasa Jawa secara santun, terutama dalam acara pernikahan, kelahiran, kematian, kegiatan keagamaan, peringatan kemerdekaan, rapat kampung dan kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Kegiatan ini merupakan program yang dibiayai melalui fasilitasi Dana Keistimewaan (Danais) melalui program Reformasi Birokrasi Kalurahan.
Pelatihan ini menjadi salah satu langkah untuk merespons semakin berkurangnya minat generasi muda dalam menggunakan bahasa Jawa, khususnya bahasa Jawa yang santun dan sesuai unggah-ungguh.
Ada sebuah ungkapan dari seorang bijak yang cukup penting untuk direnungkan bersama. Ketika seseorang tidak mampu menggunakan bahasa Jawa dengan santun, bukan berarti kemudian harus meninggalkan bahasa Jawa dan beralih sepenuhnya menggunakan bahasa Indonesia.
“Kalau kita tidak bisa berbahasa Jawa dengan santun, maka pakai bahasa Indonesia saja" . Kalimat tersebut bukan berarti kita disuruh meninggalkan bahasa Jawa, justru sebaliknya, kita harus mempelajari dan menggunakannya dengan benar dan santun,” — Jelasnya.
Pak lurah juga menyampaikan sebuah pemahaman yang berkembang di masyarakat bahwa kemampuan menggunakan bahasa Jawa krama inggil dengan baik dapat membantu seseorang menjaga tutur kata sekaligus mengendalikan emosi.
“Kalau kita mampu berbahasa Jawa krama inggil, maka kita tidak akan bisa marah,” — ujarnya.
Menurutnya, penggunaan bahasa Jawa yang santun bukan sekadar persoalan bahasa, tetapi juga berkaitan erat dengan karakter, unggah-ungguh dan jati diri masyarakat Jawa.
“Melalui pelatihan ini, harapan besarnya kita bisa kembali kepada jati diri dan bangga dengan kebudayaan yang kita miliki ini” kata Nur Hidayat saat penutupan pelatihan di Pendopo Kalurahan Bangunharjo, Rabu (23/9/2026) malam.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Senin (21/9) hingga Rabu (23/9), tersebut dibagi menjadi dua kelas dengan masing-masing kelas diikuti 25 peserta.
Materi pelatihan dipandu oleh empat narasumber yang berpengalaman sekaligus praktisi pranatacara atau pembawa acara dalam berbagai kegiatan adat dan pernikahan Jawa, yakni Priyanto Nur Pramono, Drs. Supoyo, Haryudi dan Susjiwanto.
Nur Hidayat menambahkan, kegiatan pelatihan ini bukan menjadi akhir dari upaya Kalurahan Bangunharjo dalam menjaga dan melestarikan budaya Jawa. Sebaliknya, kegiatan tersebut baru menjadi babak awal dari rangkaian program pelestarian budaya yang akan terus dikembangkan.
Para peserta yang telah mendapatkan pembekalan diharapkan tidak berhenti pada kemampuan pribadi, tetapi juga mampu menjadi panutan di lingkungan masing-masing padukuhan.
Mereka diharapkan dapat menularkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa Jawa yang santun kepada generasi muda, khususnya anak-anak dan pemuda di masing-masing padukuhan.
“Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini para peserta bisa menjadi contoh di lingkungannya masing-masing. Ilmu yang diperoleh jangan berhenti di sini, tetapi bisa ditularkan kepada anak-anak muda di dusun masing-masing,” — lanjutnya.
Dalam penutupan tersebut, seluruh peserta dinyatakan lulus mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikat sebagai bentuk apresiasi sekaligus bukti telah mengikuti rangkaian Pelatihan Bahasa Jawa yang diselenggarakan Pemerintah Kalurahan Bangunharjo.[]
Formulir Penulisan Komentar
Info Terkini
Info Kalurahan
Instansi Terkait
Pemerintah Kabupaten Bantul
Jl. Robert Wolter Monginsidi No.1 Bantul
Web: KLIK DISINI | Fb: KLIK DISINI
Pemerintah Kapanewon Sewon
Jl. Parangtritis Km 6, Sewon, Bantul
(0274) 379168 | Web: KLIK DISINI
Puskesmas Sewon II
Jl. Parangtritis Km 6, Sewon, Bantul
(0274) 445248
| Fb: KLIK DISINI
Web: KLIK DISINI KUA Sewon Jl. Parangtritis Km 5.6, Sewon, Bantul (0274) 384018
| Web: KLIK DISINI POLSEK Sewon Jl. Parangtritis Km 5.6, Sewon, Bantul (0274) 376559
| Web: KLIK DISINI KORAMIL 04/Sewon Jl. Parangtritis Km 5, Sewon, Bantul (0274)
| Web: KLIK DISINI
Komentar Terkini
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Jumlah Pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- Penyaluran Bantuan Pangan Beras Bulog Pusat untuk 2.828 Warga Bangunharjo Berlangsung Khidmat dan Me
- Pelatihan Bahasa Jawa Digelar, Bangunharjo Dorong Generasi Muda Lestarikan Bahasa Krama
- KWT Rahayu Jurug Wakili Bantul dalam Lomba Inovasi Pemanfaatan Lahan Terbatas 2026
- Penyaluran Bantuan Pangan Beras, 202 KPM Padukuhan Semail Terima Alokasi Juli–September 2026
- Musrenbangkal Bangunharjo Mantapkan RKP Kal 2027 di Tengah Efisiensi Anggaran Pusat
- Agen Pemulihan Bangun Gumregah Gelar Koordinasi, Perkuat Komitmen Menuju Kalurahan Bersinar Dan IBM
- IGABA Sewon Utara Hadirkan Keceriaan Maulid Nabi, Tanamkan Keteladanan Rasulullah Sejak Dini
Website desa ini berbasis Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) Berdaya yang diprakarsai dan dikembangkan oleh Combine Resource Institution sejak 2009 dengan merujuk pada Lisensi SID Berdaya. Isi website ini berada di bawah ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International (CC BY-NC-ND 4.0) License

















